Ngopi

Oleh: Bambang Irawan, A.Md. . 19 April 2019 . 09:20:00

Diskusi hari Sabtu, 20 April 2019Tentang "Memperingati Hari R.A Kartini"Pemateri : ibu Novi Rusnarty Usu, S. Pd., M.A - Dyah Ayu Nuraini - Bapak Basri Amin

      Kartini adalah satu dari sedikit perempuan yang ditetapkan sebagai pahlawan Indonesia. Lahir dari keluarga ningrat tidak membuat ia termanjakan. Buah pikirnya selalu haus akan ilmu pengetahuan dan selalu gelisah melihat penindasan dan isu-isu kemanusiaan. Beliau adalah wanita terdidik yang memiliki harapan atas kesamaan gender. Saat beliau berumur 12 tahun, beliau selalu membuat surat dan berkorespondensi dengan sahabat-sahabatnya di Belanda. Akhirnya kumpulan surat tersebut dibukukan oleh J.H Abendanon (saat itu menjabat sebagai Menteri Kebudayaan, Agama dan Kerajinan Hindia Belanda) dengan judul Door Duisternis Tot Licht yang arti harfiahnya Dari Kegelapan Menuju Cahaya. Isi dari surat-surat itu adalah tentang cita-citanya untuk memajukan kaum wanita.

     Dalam perjuangan Kartini untuk kesetaraan perempuan bahwa perempuan harus tangguh dan berani, perempuan harus mendapatkan pendidikan dan menegakkan keadilan. Maka kita sebagai Kartini Millenial juga harus melakukan sesuatu yang lebih seperti R.A Kartini lakukan. Kita tidak perlu berjuang seperti apa yang dilakukan Kartini sebelumnya untuk keadilan kaum wanita. Yang kita harus lakukan adalah bagaimana memanfaatkan kesempatan ini dalam hal pendidikan, terus belajar untuk meningkatkan kualitas diri hingga bisa membawa nama baik Indonesia.

     Sejarah adalah sejarah yang tidak diminta-minta. Tentang Kartini sebagai pahlawan atau bukan, pejuang perempuan atau sekadar suara kaum bangsawan. Dari Kartini kita belajar bahwa tidak harus menunggu gelar baru kita ingin menulis. Kartini membuktikan bahwa usia 12 tahun adalah usia yang bisa mencipta atau berkarya. Orang boleh memiliki fasilitas dan segala hal tapi jangan sampai kehilangan jejak. Begitulah sosok Kartini dalam sejarah, hayat dan karya Kartini selalu menarik untuk dibedah. Mari bicara kembali tentang Kartini, membawa lagi warisannya untuk negeri.

Agenda

23 Oktober 2019

OBROLAN BUKU

Revolusi Sehari-hari Aspirasi Pendidikan dan paradoks perubahan yang akan dilaksanakan:
pada hari : Rabu,23 Oktober 2019
Pukul : 09.00 wita
Dilaksanakan di Gedung UPT-Perpustakaan Lantai II Universitas Negeri Gorontalo bekerjasama dengan Ikatan Pustakawan Indonesia ( IPI ) Gorontalo

30 September 2019

Refleksi 48 tahun seminar adat 1971

Refleksi 48 tahun seminar adat 1971,dengan tema " Ke Gorontaloan Dalam Dokumentasi "
Yang akan dilaksanakan pada hari senin 30 september 2019 pukul 14.00- 17.00 wita yang bertempat di gedung UPT-Perpustakaan lantai II .

16 September 2019

Bincang sekaligus Peluncuran Buku "Tupalo" Kata dan Rupa Gorontalo.

Yang diadakan di UPT-Perpustakaan Lantai II Universitas Negeri Gorontalo Senin, 16 September 2019 Pkl.15.00-17.30 wita Pematik Diskusi Budianto Sidiki ( Kepala Bapeda Provinsi Gorontalo ), Wayan Sariyoga parta (Kurator), Alim S.Niode ( Budayawan), Muhammad Djufryhard ( Moderator )

17 Agustus 2019

OBROLAN BUKU

Kebangsaan, Keterasingan, dan Kencendekiaan Sultan Sjarir, 1909 - 1996yang akan dilaksanakan Pada Tanggal 17 Agustus 2019 Pukul 09.00 wita bertempat Gedung UPT-Perpustakaan Lantai II Universitas Negeri Gorontalo